Dewi Kecil

ANAK2

Hai pekernalkan namaku dewi wulandari. Dari kecil hingga besar, orang-orang biasa memanggilku dewi, dedew, wik, wulan. Aku lahir di Jogjakarta. Besar dimana-mana. Pernah sekolah di Jakarta, Jogja dan Makassar.

Sewaktu kecil, aku suka bermain kelerang, main karet, main petak umpet, main masak-masak dan lain-lain. Aku memiliki tubuh yang tidak segempal sekarang. Wajahku juga hitam. Sewaktu kecil aku tidak begitu suka belajar apalagi membaca. Hobi ku adalah main, main dan main.

Seperti anak pada umumnya, dewi kecil tumbuh sebagai gadis kecil yang riang. Selalu menertawakan kekonyolan orang-orang. Pernah suatu hari, temannya , sebut saja mega, ditindik telinganya karena mau dipasangkan anting-anting. Dewi memberitahu Mega bahwa proses tindik itu sangat sakit. Akhirnya Megapun ketakukan dan menangis. Saat Mega meraung, Dewi pun berlari sekencang-kencangnya dan bersembunyi di bawah meja rumah. Berharap ibunya Mega tidak menemukannya. Dewi membayangkan kalau dia akan dimarahi oleh ibunya Mega. Tapi untungnya itu semua tidak terjadi.

Pernah juga suatu waktu, dewi menakut nakuti adiknya yang hidungnya sedang kemasukan biji bunga sepatu, adiknya pun menangis. Lalu dewi pergi, takut dimarahi.

Dewi kecil memang jahil. Tidak punya rasa takut yang berlebihan. Dia suka main air. Dulu ada tetangganya yang memelihara lele dumbo di sebuah bekas sekoci kapal. Dewi mengajak teman-temannya untuk berenang disitu. Iapun berenang bersama ikan lela yang ukurannya hamper sama dengan badannya.

Ada juga hal konyol yang pernah ia lakukan, ada orang yang memberikannya gantungan kunci es krim conello. Dia lupa persisnya orang itu siapa, entah tetangga ataupun teman mama. Dewi penasaran. Ia lalu berbicara kepada adiknya, apakah ini es krim conello kecil yang dibungkus sedemikian rupa karena tidak boleh dimakan. Adiknya manggut-manggut seperti setuju atas apa yang Dewi pikirkan. Dewi pun memabayangkan kalau gantungan itu didalamnya ada eskrim connelo sesungguhnya. Tanpa babibu, ia lalu mengambil batu dan memecahkan gantungan berbentuk eskrim connelo itu. Lantas apa di dalamnya ? tidak ada apa-apa. Dia menyesal karena sudah memecahkan gantungan kunci. Rupanya sifat skeptis dan rasa penasaran sudah ada sejak kecil dalam dirinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s