STOP KEKERASAN PADA BUKU

burning_book_original-buku-dibakar

( Sebuah tulisan dari Kami “Bang Arul, Mba Sakifah, Mba Devita dan Mba Dewi )

Kami tidak ingin membahas tentang paham komunis yang sudah masuk museum sejarah bersama Dinosaurus tetapi masih terus ditakuti. Kami juga enggan  bersedih melihat Bung Karno yang berjuang untuk negara tapi semangatnya terus saja dikebiri, kami hanya ingin mengingatkan kembali tentang undang-undang dasar yang mulai dilupakan bangsa ini.

Alenia keempat pembukaan UUD 1945 berbunyi,”Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,…” Sejak awal berdirinya negara ini, pendahulu kita telah menentukan tonggak dasar pemerintah untuk mencerdaskan, diawali dengan memberantas butahuruf, berhitung, dan seterusnya. Demi membentuk generasi yang cerdas, banyak ilmu, kreatif, inovatif, mengerti banyak hal, salah satunya dengan cara membaca.

Buku-buku yang harusnya untuk dibaca, baru-baru ini ramai disita, diberangus. Ternyata jika dlihat dari sejarahnya, pada masa sejak berdirinya kerajaan-kerajaan di Nusantara, pelarangan buku sudah terjadi. Tak ada yang boleh melawan titah Raja. Pada masa kolonialpun pemberangusan buku mampu memenjarakan dan mengasingkan penulis yang hasil karyanya berlawanan dengan pandangan politik dan kebijakan pemerintah. Seperti pelarangan brosur karya Soewardi Soerjaningrat yang isinya mengecam peringatan 100 tahun lepasnya Belanda dari penjajahan Prancis pada 1913 yang dirayakan di Hindia Belanda. Soewardi menuturkan ironi masyarakat yang harus membiayai pesta kemerdekaan penjajah. Dengan alasan keamanan dan ketertiban,semua tulisan berisi kritik Soewardi disita. Walau bermunculan reaksi dari berbagai kalangan, pemerintah kolonial tetap kokoh pada keputusannya. Soewardi diasingkan ke negeri Belanda. Selanjutnya semakin banyak penulis dipenjara sebab tulisan kritis mereka dianggap membahayakan pemerintah kolonial. Pemberangusan buku juga gencar terjadi pada dekade tahun ’70 sampai ’90-an. Masa-masa dimana pemerintah memberangus buku-buku yang dianggap mengandung paham yang tidak sesuai prinsip Negara.

Apa sebenarnya alasan mereka melakukan razia buku? Menjaga gengsi? Atau sekadar menuruti perintah atasan? Lalu atas dasar apa razia harus diperintahkan?Mungkin benar, bahwa tulisan adalah representasi lisan, yang bisa lebih tajam dari pedang. Fisik manusia bisa hancur dengan senjata perang, tapi pemikiran manusia, yang jauh lebih berpengaruh dari  keadaan fisik, bisa hancur lewat pemahaman yang disebarluaskan melalui tulisan. Maka begitu ajaibnya efek tulisan, sehingga memicu ketakutan dan kekhawatiran. Begitu berpengaruhnya tulisan, sehingga mampu menyebarluaskan pemahaman seperti jamur di musim hujan. Namun menghentikan laju pemikiran melalui pemberangusan buku adalah sebuah tindak kejahatan.

Bahkan ketika Indonesia masuk era reformasi,kebebasan berbicara, berpendapat, berekspresi termaktub dalam undang-undang No. 9 tahun 1998. Masyarakat bebas mengakses buku-buku apa saja melalui putusan pencabutan UU No.4/PNPS/1963 oleh Mahkamah Kontitusi pada 13 Oktober 2010. Namun sayang, faktanya tidak sepenuhnya berlaku. Potret pemberangusan buku terjadi hampir setiap tahun. Pada 2017 lalu seorang mahasiswa di Bandung terkena “skorsing” akibat bukunya yang terindikasi akan membuat gaduh. Ditariknya peredaran tulisan “sejarah berdarah kota Salatiga” pada 2015 silam. Di penghujung tahun 2018, beberapa buku yang dianggap berpaham komunis di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur disita oleh aparat penegak hukum dan tentara setempat.

Lantas bagaimana jika pemberangusan buku terus menerus terjadi? Untuk apa demokrasi jika pelanggaran HAM terus direnggut? Hak asasi penulis dipreteli. Buku-buku yang disita adalah buku-buku sejarah yang mencakup kekayaan intelektual Negara. Apalagi yang terjadi di Padang kemarin, toko buku yang menjadi sasaran pemberangusan buku memutuskan untuk tutup. Ada rasa takut harus berhadapan dengan tentara dan wartawan. Padahal toko tersebut dirintis dari nol hingga memiliki bangunan layak huni, dan menjadi satu-satunya mata pencaharian pemiliknya.

Banyak anak muda membangun perpustakaan jalanan, gencar melakukan kampanye membaca. Mereka sedang membangun singgasana hasanah ilmu. Sedang buku-buku mereka dibinasakan. Buku yang harusnya dibaca malahdisita. Harapan untuk berkembang pupus, didominasi rasa takut dan trauma. Mereka berhenti membaca.

Pemberangusan buku sama saja membungkam penulis, mematikan kebebasan berpikir dan tindakan pembodohan. Pemberangusan buku merupakan salah satu bentuk kekerasan kepada penulis. Sejatinya penguasa tidak memiliki kebenaran mutlak. Jika memang buku-buku yang diberangus berisi kritik tajam terhadap penguasa atau fakta yang tertimbun rapi, pemberangusan buku sama saja dengan tindakan kriminal, bukan merupakan solusi. Bagaimana mungkin kebenaran disamarkan dengan isu “mengganggu keamanan Negara?”

Para peramu tinta kebenaran dan keadilan sungguh tidak layak jika buku-buku mereka diangkuti, kemudian dibakar habis sampai jadi abu. Sungguh otaknya perlu bekerja keras untuk menulis buku. Hati dan jiwa raganya ada disitu. Dikerahkan semua daya agar bisa menghasilkan karya yang luar biasa. Tapi kini hatinya jadi layu.

Pemberangusan buku harus dihentikan. Penguasa sayang rakyat adalah penguasa yang tidak takut untuk dikitrik. Terbuka atas semua kritikan termasuk dalam bentuk buku. Sebab jika buku-buku diberangus tanpa henti, penulis-penulis akan takut mengkritisi. Takada lagi yang berani mencari kebenaran, mencari titik terang. Kebodohan berkubang selamanya. Berputar-putar di rotasinya. Takada hawa segar. Yang salah akan merasa benar sebab takada lagi yang mengingatkan. Kemunduran bangsa semakin menjadi sebab tidak mau belajar sejarah sedari dini.

Penulis dipenjara tapi tulisannya akan tetap abadi, membawa kabar ke kepala kami. Satu hal yang takbisa dipungkiri, kebenaran takbisa ditutup-tutupi. Sudah cukup, seperti kata Pram “seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan,” apalagi seorang pemimpin?

 

Iklan

Kotagede, bukti sejarah yang masih terjaga

Sejak 2016, saya dan mas memutuskan tinggal di kotagede, Yogyakarta. Meskipun lahir di Jogja tapi sejak sekolah dasar saya besar di Makassar. Tentu tiba di Jogja masih menjadi suasana baru walaupun jika liburan kami sekeluarga sering mudik ke Jogja.

Memilih tempat tinggal di Kotagede dengan pertimbangan dekat dengan rumah. Sederhananya seperti itu. Sampai kami mengontrak rumah dengan harga yang fantastis murah, tiga juta lima ratus pertahunnya. Rumah minimalis, ada halaman depannya. Bangunannya seperti bangunan jepang. Melebar dengan atap yang pendek. Jika di Makassar banyak rumah yang menggunakan seng , disini mayoritas menggunakan genteng. Susunan bangunnyanya juga unik. Jarak satu rumah dengan rumah lainnya hanya hitungan dua atau tiga meter. Masih menjaga bentuk tata perkampungan kuno. Seperti labirin. Akses ke rumah banyak lorong-lorong kecil yang hanya bisa dilewati satu motor saja dengan satu arah. Jadi jika ada dua motor yang ingin lewat berlawanan arah, maka harus ada yang mengalah(mundur). Dan di Jogja, tetangga banyak yang mengalah, kadang saya juga sungkan ikut mengalah tapi mereka tetap kekeh mempersilakan saya lewat duluan.

Awalnya saya berpikir jarak rumah sangat dekat dengan tetangga. Apakah sisi privasi akan terganggu nantinya. Saya batuk saja bisa kedengaran apalagi ketika saya teriak-teriak. Ternyata privasi saya sama sekali tidak terganggu. Sedekat apapun jarak rumah yang satu dengan yang lain, malah saya perhatikan banyak warga yang sungkan sekedar main ke rumah tetangga ngobrol misalnya. Pertemuan antar warga hanya saya jumpai saat ada pengajian, arisan, takziah  ataupun acara formal lainnya. Saya akui komitmen mereka untuk kompak dan rukun itu tercermin saat diadakannya acara acara formal tadi, banyak yang menghadiri.

dsc00074

Di Kotagede juga terkenal dengan masjid Mataram. masjid gede mataram yang bangunannya sangat kental dengan budaya. sebelum masuk ke wilayah masjid, ada gapura dan pagar tembok yang menyerupai hindu. konon, jaman dulu saat dibangunnya masjid ini, banyak warna hindu yang membantu pengerjaan masjid, ini tentunya agar terbentuk toleransi beragama, oleh sebab itu untuk menghargai penduduk hindu tersebut dibuatlah gapura dan pagar tembok khas hindu. kotagede

nuansa itu seperti layaknya di Bali. tidak berlebihan jika ada yang menyebut kotagede adalah balinya jogja. belum lagi suasana di sekitar masjid, adanya makam para raja-raja. di makam tersebut adalah makam panembahan senopati, Sultan Hadiwijaya, Ki Gede Pemanahan, dan anggota keluarganya. ada yang menarik di makam tersebut, seperti letak salah satu makam yang separuhnya masuk ke dalam cupung separuhnya keluar dari cupung. karena sesuai statusnya sebagai menantu panembahan senopati sekaligus musuhnya.

masih banyak sejarah yang bisa dikupas di Kotagede. jika ada waktu berlibur ke Jogja, jangan lupa main ke Kotagede ya.

#katahatiproduction

#katahatichallenge

 

 

 

Prau di 2018

IMG_20180902_064943

“Ta, temenin pipis dong dek. Mba takut ke kamar mandi sendian.” begitulah kalimat yang sering De lontarkan pada adiknya beberapa tahun silam.

Namanya De, usia 26 tahun, karyawan swasta. Harihari ia lewati seperti wanita pada umumnya. Bekerja, belanja, beberes.
Jaman kuliah dulu De tidak tertarik dengan gunung. Sampai Af datang dan mengubah segalanya. Af, seorang mapala yang tenang. Tidak banyak bicara. Af merasa beruntung memiliki sahabat seperti De yang sering membuatnya tertawa meskipun kadang lawakannya tidak lucu. Karena ketidaklucuan itu kadang bisa jadi tambah lucu. Teori yang aneh tapi terbukti.

Af mengajak De mendaki gunung. Mulai dari ke Gunung Purba, sama sekali tidak diduga. De masih rapi dengan sepatu pantofelnya tetap bertekad kesana.
Gunung demi gunung didaki bersama. Telomoyo, Merbabu, Andong, Prau. Semakin sering mendaki, semakin berani. Tidak takut lagi ke kamar mandi walau sendiri. De merasa ada perubahan dalam fisik dan karakternya. Fisiknya lebih kuat karena dilatih dan dipacu. Dirinya lebih tangkas dan cekatan, lebih responsif dari sebelumnya. De merasa dirinya sekarang tidak mudah menyerah. Ia sadar betul hidup adalah berjuang seperti halnya meraih puncak harus mau bersusah payah terlebih dahulu. Ia bahkan tidak menyangka bisa melakukannya.

 

September 2018 pendakian De dan Af ke Gunung Prau di Wonosobo. Pendakian yang membuat De merasa bersyukur. Mulai dari manajemen waktu yang tepat, cuaca yang bagus, mendapati bintang-bintang, menemui sunrise dan juga melihat gunung-gunung lainnya yang berjejer dari atas puncak Prau.
Berbeda dengan pengalaman mendaki ke Gunung sebelumnya. Bertemu hal berbau mistis, barang logistik yang dicuri dan kabut sepanjang jalan. Prau benar-benar menyambut kami dengan pesonanya.
Sehabis subuh, mereka pandangi langit bersama. Sampai matahari muncul dari ufuknya. Jingga kemerah-merahan. Perlahan terlihat pucuk puncak beberapa gunung. Mulai dari Merapi, Merbabu dan gunung lainnya yang namanya tak ditahu. Pemandangan tepat di depan matanya sempurna sekali. Gumpalan lautan awal putih juga turut hadir.

 

De terdiam larut dalam simfoni yang dipersembahkan oleh alam. De senang tapi hatinya merasa janggal. Ambisinya kali ini merasa sangat kenyang. Ia berpikir hidup tidak semestinya soal mendaki saja. Bahkan ia sadar, obrolannya dengan Af di akhir pekan cuma soal gunung mana lagi yang akan ditemui. Dan itu berlangsung bertahun-tahun. Hanya ambisi untuk sampai ke puncak, lagi dan lagi. Walaupun niatnya untuk olahraga tapi hobi ini mentok begitu saja. Tidak ada follow up. Manfaatnya hanya untuk diri sendiri. Pencapaian-pencapaian yang kadang malah membuat sombong dan arogan.

De merasa pendakian kali ini sudah cukup, bukan menanggalkan tracking pole. bukan pula berhenti. Inilah titik balik De harus memikirkan yang lain. Melakukan perjalanan mewujudkan impian. Berbagi dengan sesama. Bermanfaat dengan sekitar dan lebih dekat dengan sang empunya Surga. Kerena hidup bukan soal mendaki melulu. Terlebih lagi De menobatkan dirinya sebagai petarung untuk mewujudkan mimpi-mimpi ibunya. Sejatinya perjuangan baru saja ia mulai.
#katahatiproduction
#katahatichallenge

Target Blogging 2019

como-crear-un-blog-titulo

Dunia blog masih terlalu sempit buat saya. Pengetahuan saya masih sangat kurang di blog. Saat mengikuti challenge dari blogger perempuan banyak istilah-istilah baru yang tidak saya ketahui. yang paling saya garis bawahi adalah istilah blogwalking. Apa itu blogwalking ? Dan ternyata saya belum sama sekali melakukan blog walking.

Sebelum membahas tentang target blog walking, mari kita kupas tuntas dulu apa itu blog walking itu, mungkin juga ada yang belum tahu.

Kilas balik, sebenarnya saya sudah lama punya blog, tapi vakum. Kemudian aktif kembali semenjak lihat challeng menulis blog ini di instagram. Terimakasih ya blogger perempuan. Saya jadi semangat lagi menulis. Dan saya merasa banget menjadi anak kemaren sore yang gagap tidak tau apa-apa soal blog. Cuma tau nulis doing. Okay langsung saja Yuk kita simak, penjelasan blog walking Menurut http://isnuansa.com, salah satu blog yang saya temui di google dari sekian banyak blog yang membahas blogwalking. Check this out.

Blogwalking; Arti, Tujuan, Manfaat

Apa arti blogwalking?

Blogwalking adalah sebuah aktivitas yang kompleks, meliputi kunjungan pada satu blog ke blog yang lainnya, membaca postingan [tulisan] blogger lain dan meninggalkan sapaan pada shoutbox atau komentar pada tulisan yang telah dibacanya tersebut [meski bukan suatu keharusan].

Alamat blog yang dikunjungi bisa diperoleh dari daftar blogroll, alamat blog pada kolom komentar, shoutbox, widget lain seperti mybloglog, search engine, RSS Feed reader dan iklan banner yang ada pada sebuah blog.

Bagi seorang blogger, aktivitas blogwalking ini menjadi sangat penting. Hampir semua blogger melakukannya. Hampir dipastikan, pada umumnya blogger melakukan dua hal terpenting dari ngeblog yaitu: menulis [update postingan] dan dilanjutkan dengan blogwalking.

Tujuan blogwalking antara lain:

  1. Mencari Informasi
  1. Sekedar Bersosialisasi.

Beberapa blogger melakukan aktivitas blogwalking untuk sekedar bersosialisasi. Menyapa teman-temannya melalui fitur shoutbox. Menunjukkan bahwa dirinya masih secara rutin berkunjung ke ‘rumah’ teman-temannya.

Menjalin hubungan yang baik dengan blogger lain merupakan salah satu hal yang musti kita lakukan. Komunikasi menjadi sangat penting, dan salah satunya bisa kita lakukan dengan blogwalking.

  1. Mempromosikan Blog Baru.

Blogwalking menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkenalkan keberadaan blog baru yang kita miliki. Dengan meninggalkan jejak [alamat blog] kita pada blog yang telah lebih dahulu ada, membuat kita memiliki kemungkinan untuk dikunjungi balik oleh pemilik blog dan ditemukan juga oleh pengunjung lain blog tersebut.

  1. Mengharapkan Kunjungan Balik dan Komentar.

Blogger melakukan aktifitas blogwalking sebagai sebuah usaha untuk mendapatkan kunjungan balik dan juga komentar pada postingan yang telah mereka tulis.

Dengan mengunjungi lebih banyak lagi jumlah blog dalam blogwalking, mereka berharap blogger yang telah dikunjungi dapat meluangkan waktu mereka untuk melakukan kunjungan balik.

  1. Menambah Jaringan.

Daftar blogroll yang kita miliki, sedapat mungkin jangan sampai menghalangi jumlah blog yang kita kunjungi dalam blogwalking. Blogwalking dapat memperluas jaringan yang kita miliki. Caranya dengan mengklik link yang terdapat pada blogroll blog lain, sehingga jaringan kita dapat bertambah luas.

  1. Menjalankan Bisnis.

Ini mungkin ada hubungannya dengan point nomer 5. Dalam menjalankan bisnis, terutama yang dibutuhkan adalah jaringan. Tentu tidak bisa langsung melakukan hard selling begitu saja: menawarkan produk setiap saat. Akan lebih baik jika kita telah memiliki kepercayaan dari jaringan yang telah dimiliki, baru melakukan bisnis dengan jaringan tersebut.

Manfaat blogwalking yaitu

  1. Menemukan Blog Bagus.

Banyak blog bagus yang ditemukan dari blogwalking. Biasanya akan segera memasukkan alamat blog bagus tersebut ke dalam feed reader. Supaya ketika mereka melakukan update, bisa segera mengetahuinya.

Aktifitas blogwalking membuat dapat mengambil manfaat dan ilmu yang ditulis oleh blogger lain. Jika ada yang bagus, dapat mengadopsi atau meniru ilmunya.

  1. Personal Branding.

Usahakan untuk meninggalkan komentar yang berkualitas. Hal ini akan memberikan personal branding yang baik pada diri kita. Jika kita hanya meninggalkan komentar yang sembarangan dan seadanya, tentu blogger lain juga berpikir bahwa kita adalah orang yang sembarangan dan biasa-biasa saja.

Itulah paparan dari isnuansa.com yang sangat jelas dan komplit. Menurut saya penjelasannya sangat gamblang dan per point. Mudah dipahami. Keren!

Tidak jauh-jauh target saya untuk blogging 2019. Saya bertekad untuk mulai melakukan tahap per tahap blog walking sesuai yang dipaparkan isnuansa.com tersebut. Memulai dari awal, dicicil sedikit demi sedikit. Semoga terealisasi dengan lancar dan istiqomah .. 😁😁🌼💕

Situs yang sering dikunjungi (bukan situs belanja)

cloud-computing-logistics-2017-1000x640

Pada masa sekarang ini, internet telah menguasai dunia. Disegala aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lain-lain. Berbeda dengan zaman dahulu, untuk mengakses informasi, sering terkendala oleh jarak dan waktu. Orang yang tinggal di pedesaan harus berjalan jauh untuk kesekolah, guru-guru menempuh jarak yang jauh untuk mengambil buku paket, bahkan saya sendiri pernah berjalan kaki sejauh 3 km untuk menuju ke perpustakaan desa, kala itu sekitar tahun 1997.

 

Untuk mengirim pesan atau surat butuh waktu berhari-hari untuk bisa sampai ke penerimanya, dan butuh waktu berhari-hari lagi untuk balasan surat tersebut untuk diterima kembali oleh sipengirim pertama. Semakin berkembangnya zaman dan alat komunikasi, diiringi pula kemudahan demi kemudahan, mulai dari telegram / fax, telepon rumah, telepon seluler dan sebagainya.

 

Berbagai perkembangan alat informasi juga bermunculan, yang semula mungkin hanya berupa selebaran, buletin, koran, lalu media suara (radio), bertambah media audio visual (televisi), hingga kini media informasi dan pemberitaan telah mampu diakses dengan penggabungan dua alat yakni komunikasi dan informasi, sehingga siapapun, kapanpun, dimanapun sipemilik alat komunikasi mampu mengakses informasi yang diinginkannya. Alat komunikasi yang sangat berperan masa kini adalah gawai atau smartphone.

 

Kecanggihan gawai saat ini didukung dengan touchscreen (layar sentuh). Tinggal geser dan klik akan langsung dapat informasi yang dibutuhkan. Sangat mudah melihat orang menggunakan smartphone dimana-mana. Pasar, dijalan, mall, mereka sibuk dengan smartphone-nya masing-masing.

 

Disaat kita berada dirumahpun tetap bisa mengakses informasi. Bahkan ketika sedang tiduran. Sebab, kecanggihan smartphone didukung dengan banyaknya aplikasi dan situs-situs yang menyediakan informasi yang update, ada beberapa situs yang sering saya kunjungi, untuk memantau apa yang sedang hangat dibicarakan, yaitu :

 

www.tribunnews.com

Situs ini adalah situs yang menyediakan tentang berita terkini yang sedang terjadi khususnya di indonesia.

 

www.republika.co.id

Adalah situs yang menyediakan berita politik dan islam.

 

www.detik.com

Situs yang menyediakan sbagian besar informasi yang berhubungan dengan entertainment (artis) dan orang-orang terkenal lainnya.

 

 

www.jalanpendaki.com

Berisi informasi seputar kondisi terkini alam pendakian dan prestasi-prestasi yang dicapai para pendaki baik dalam dan luar negeri.

 

www.masakapahariini.com

Situs tentang bermacam-macam resep masakan.

 

Keberadan internet itu bagus untuk kehidupan manusia, tapi yang namanya fasilitas ada sisi positif dan negatifnya. Ketika kita tidak memiliki kendali dalam menggunakannya maka itu akan menjadi boomerang, adanya kemudahan untuk mengakses situs hendaknya jangan disalahgunakan, mari selamatkan generasi kita dengan ber-internet sehat.

SITUS BELANJA

4f761779-df93-405e-9293-6e403f5fe9f1-GettyImages-868718238_2

Wanita identik dengan belanja. Tagline shopping sepertinya memang sudah menjalar sejak dahulu kala. Bagaimana tidak, wanita dari fitrahnya sebagai seorang istri sudah mempunyai kewajiban untuk merangkap peran sebagai bendara rumah tangga.  Bendahara rumah tangga yang juga harus siap membelanjakan uang sesuai anggarannya.

Sebelum menjadi istri, sejak anak perempuan memasuki usia belia kemudian remaja, ia sudah lihai memilih perlangkapan pribadinya. Mulai dari baju, kerudung, sabun mandi, sampo, hand and body lotion, sudah bisa dibeli sendiri. Entah beli di warung sampig rumah atau beli di supermarket.

Bagi saya pribadi, belanja membuat pikiran menjadi senang. Kadang menjadi obat pusing walau tidak membeli satupun, cukup melihat barang-barang yang tersidplay rapi dengan warna warni pink. Ah senang rasanya.

Bahkan saya pernah bertemu dengan seorang ibu  kami mengobrol tentang fenomena shopping dan benar adanya diapun juga mengakui bahwa kesibukan di rumah yang menguras energy banyak. Membuat butuh refreshing. Tidak hanya berupa pijat, jalan-jalan ataupun istirahat di rumah sejenak. Kadang mata juga butuh hiburan. Cuci mata istilahnya wkwk.

Bayangkan saja ibu-ibu di rumah, yang pure bekerja sebagai ibu rumah tangga. Memiliki anak banyak dan segala pekerjaan menumpuk dikerjakannya sendiri. Tidak ada hiburan. Memang sudah kewajiban tapi untuk mengembalikan mood yang lelah, perlu refreshing.

Shopping merupakan pilihan yang banyak diminati untuk menghibur diri. Tidak hanya sebagai hiburan sebenarnya, belanja juga sebagai kebutuhan. Aktivitas yang memerlukan analisis tajam xixixi. Karena kalau salah manajemennya bisa bisa lebih besar pasak dari pada tiang. Yang susah juga semuanya, ya ayah, ya ibu, dan anak-anak. Hutang dimana-mana. Malu yang didapat.

Apalagi jaman sekarang yang banyak godaannya.  Tidak bawa uang tunaipun bisa gesek. ATM juga dimana-mana. Diskon meraja lela. Took took dan gerai apa saja menawarkan setuja diskon agar diserbu banyak customer. Jaman sekarang tidur dirumah pun bisa belanja, karena menjamurnya online shop. Banyak situs-situs yang menawarkan barang yang murah –murah. Saya biasanya berselancar di tokopedia, bukalapak, lazadda, shoppee, dan bibli.

Belanja memang bisa menjadi hiburan. Hati senang bisa menikmati uang hasil kerja keras. Tapi yang harus digaris bawahi. Belanja sesuai kebutuhan. Sisihkan juga untuk menabung. Selamat berbelanja sehat.

Bahagia itu bisa sederhana

22-happiness.w710.h473.2x

Bahagia itu apa sih ? siapa yang tidak ingin bahagia? Standar kebahagiaan itu seperti apa ? apa menjadi kaya raya ? punya rumah mewah, punya mobil bagus, punya emas banyak, menjadi artis, menjadi boss ?

Faktanya, banyak artis yang bunuh diri. Banyak boss yang bangkrut dan menjadi depresi. Banyak orang kaya yang dipenjara karena korupsi. Ada juga yang banyak penggemarnya malah dibuat pusing karena diusik dan dikejar-kejar. Seringkali malah dicakar ketika jumpa fans. Lantas bahagia itu seperti apa ?

Masing-masing dari kita punya definisi bahagia sendiri. Tergantung orientasinya apa. Mungkin ada yang menganggap bahagia adalah makan enak. Atau yang menganggap bahagia itu ketika bertemu idola. Kadang ada juga hal-hal kecil, hal-hal sederhana yang mampu membuat tersenyum bahagia. Seperti saya yang juga memilik kebahagian sederhana. Hal-hal yang mungkin orang anggap sepele atau receh tapi bagi saya itu luar biasa dan membahagiakan.

Contohnya, ketika saya melihat anak kecil tersenyum dan tertawa riang. Itu sudah mampu membuat saya bahagia. Rasanya ingin saya peluk, rasanya ingin saya cium. Ingin saya gendong dia. Hati saya langsung tersentuh. Apalagi ketika mereka mau diajak main atau digendong. Rasanya damai sekali. Rasa-rasanya seperti memiliki anak sungguhan.

Kedua, kebahagiaan sederhana itu adalah ketika bisa becanda dengan siapa saja. Dengan suami, adik, ibu ataupun teman. Seperti ada ribuan energy positif yang menyerbu badan saya ketika bisa tertawa karena becanda. Kepala saya langsung fresh. Diri ini kayak computer yang di refresh.

Ketiga, saya sangat bahagia ketika bisa sholat tepat waktu dan tidak bolong-bolong. Damai sekali rasanya.  Dan merasa hebat bisa melewatinya. Bukankah ia tiang agama yang benar-benar harus dijaga.

Keempat, bisa masak enak membuat saya juga bahagia. Sangat senang jika suami makan dengan lahap apa yang saya masak. Berhasil, yeeeee

Kelima, melihat gunung. Karena punya hobi mendaki gunung, kadang melihat gunung saja sudah membuat saya sangat riang gembira. Di pagi hari jika suasana cerah, gunung merapi sering menampakkan wajahnya. Jika beruntung bisa melihat dua, gunung merapi dan merbabu. Pernah tepat di fly over janti, saya melihat kedua gunung itu. Sangat jelas dan ditambah ada pelanginya. Masyaallah. Saya hamper saja jingkrak-jingkrak di motor. Saking girangnya. Kadang melihat gunung sudah bisa menjadi obat kangen mendaki.

Seperti itu definisi bahagia. Apapun itu yang membuat bahagia semoga menambah rasa syukur kita akan hidup ini.

bicara soal make up

bestveganmakeup3-1544611536

5 produk kencantikaan rekomendaki

Wanita identik dengan kecantikan. Standar kecantikan terus mengalami perubahan dari tahun  ke tahun. Bahkan dari berabad-abad lalu. Saya pernah membaca beberapa artikel yang menujukan bahwa di masa lalu, standar cantik seorang wanita itu berkumis. Wanita berkumis pada masa itu dianggap wanita yang paling cantik. Ada juga yang menganggap wanita yang dengan berat terbanyak, dia lah yang paling cantik. Juga wanita yang ukuran pinggangnya terkecil, dialah yang paling menarik.

di salah satu daerah di Indonesia juga malah ada yang menganggap bahwa wanita cantik adalah yang lubang telingannya yang paling lebar. Tahun 2000-an, seingat saya di tivi banyak artis-artis yang menggunakan celana cut bry. Jaman niece ardila dulu, banyak gadis-gadis yang mengikuti gaya rambut nieka ardila. Biasanya trend trend kecantikan gemar dilakukan para artis-artis terkenal, lalu diikuti para fans atau followernya. Beragam produk kecantikan rela membayr ratusan juta demi di endorse oleh artis terkenal yang cantik rupawan. Artis dicap sebagai public figure yang cocok mengiklankan produk. Wajah cantik, body yang semampai, sangat mendukung.

Sementara saya kadang tidak begitu tertarik dengan iklan, kadang malah membingungkan, tidak sesuai ekspektasi. Saya memiliki kulit yang sensitive. Pernah saat kuliah, wajah saya seperti kepiting rebus, merah dan berjerawat. Saya gonta ganti produk mulai dari facial wash sampai cream. Malah membuat wajah saya semakin parah. Ada teman yang menyarankan, dibersihkan dulu saja wajanya tidak usah menggunakan cream. Akhirnya saya mencoba untuk memakai pembersih ponds yang hijau. Saya rutin menggunakan itu. Pure, hanya pakai itu . tidak pakai bedak. Alhamdulillah, wajah saya kembali mulus perlahan. Agak lama saya menggunakan ponds sampai benr-benar wajah saya sudah tidak berjerawat lagi.

7521600_7b4fb9b7-2664-40ef-8c16-90aa08609a5b_2048_0

Untuk sehari-hari saya menggunakan cream wajah wardah dd cream. Saya cocok menggunakan itu. Creamnya meresap ke kulit. Tidak berjejak dan tidak begitu tebal di wajah. Itu saya jadikan foundation sebelum memakai bedak marks. Bedak marks bagus, ringan di wajah dan juga sehat. Terbukti di jual di apotek. Wkwkw jelas apotek sudah punya standar sendiri dalam menjual produk.

download (1)

94230930aee405dc285df735742ae31e

Kemudian untuk aktivitas sehari-hari seperti kerja, saya jarang menggunakan pensil alis. Penggunaan pensin alis saat ingin menghadiri acara resmi saja atau jika ingin ngedate dengan yayank hahhaha. Saya biasanya memakai pensil alis viva. Murah dan tidak terlalu tebal, mudah di aplikasikan ke alis. Apalagi buat saya yang tidak terlalu mahir membentuk garis alis. Sangat tertolong dengan pensil alis viva ini.

1ee211b5b1c46db0fdd346e57315d8ba

Setelah aktivitas seharian, dari mulai bekerja, ke pasar membeli sayur, dan lain-lain. Sebelum tidur saya membersihkan wajah dengan viva pembersih yang bengkoang. Demikianlah produk produk make up yang sering saya gunakan.

milk-cleanser-bengkuang

Menjadi wanita tentu fitrahnya ingin terlihat cantik. Alangkah baiknya jika terlihat cantik, bersih juga sopan dalam berpakaian. Indah tutur katanya, manis perbuatannya. Itulah cantik luar dan dalam. Semoga kita semua bisa menjadi wanita yang tidak hanya memiliki paras yang cantik, tapi juga hati yang cantik.

 

 

Dewi Kecil

ANAK2

Hai pekernalkan namaku dewi wulandari. Dari kecil hingga besar, orang-orang biasa memanggilku dewi, dedew, wik, wulan. Aku lahir di Jogjakarta. Besar dimana-mana. Pernah sekolah di Jakarta, Jogja dan Makassar.

Sewaktu kecil, aku suka bermain kelerang, main karet, main petak umpet, main masak-masak dan lain-lain. Aku memiliki tubuh yang tidak segempal sekarang. Wajahku juga hitam. Sewaktu kecil aku tidak begitu suka belajar apalagi membaca. Hobi ku adalah main, main dan main.

Seperti anak pada umumnya, dewi kecil tumbuh sebagai gadis kecil yang riang. Selalu menertawakan kekonyolan orang-orang. Pernah suatu hari, temannya , sebut saja mega, ditindik telinganya karena mau dipasangkan anting-anting. Dewi memberitahu Mega bahwa proses tindik itu sangat sakit. Akhirnya Megapun ketakukan dan menangis. Saat Mega meraung, Dewi pun berlari sekencang-kencangnya dan bersembunyi di bawah meja rumah. Berharap ibunya Mega tidak menemukannya. Dewi membayangkan kalau dia akan dimarahi oleh ibunya Mega. Tapi untungnya itu semua tidak terjadi.

Pernah juga suatu waktu, dewi menakut nakuti adiknya yang hidungnya sedang kemasukan biji bunga sepatu, adiknya pun menangis. Lalu dewi pergi, takut dimarahi.

Dewi kecil memang jahil. Tidak punya rasa takut yang berlebihan. Dia suka main air. Dulu ada tetangganya yang memelihara lele dumbo di sebuah bekas sekoci kapal. Dewi mengajak teman-temannya untuk berenang disitu. Iapun berenang bersama ikan lela yang ukurannya hamper sama dengan badannya.

Ada juga hal konyol yang pernah ia lakukan, ada orang yang memberikannya gantungan kunci es krim conello. Dia lupa persisnya orang itu siapa, entah tetangga ataupun teman mama. Dewi penasaran. Ia lalu berbicara kepada adiknya, apakah ini es krim conello kecil yang dibungkus sedemikian rupa karena tidak boleh dimakan. Adiknya manggut-manggut seperti setuju atas apa yang Dewi pikirkan. Dewi pun memabayangkan kalau gantungan itu didalamnya ada eskrim connelo sesungguhnya. Tanpa babibu, ia lalu mengambil batu dan memecahkan gantungan berbentuk eskrim connelo itu. Lantas apa di dalamnya ? tidak ada apa-apa. Dia menyesal karena sudah memecahkan gantungan kunci. Rupanya sifat skeptis dan rasa penasaran sudah ada sejak kecil dalam dirinya.

hope

download

Sejak kecil saya punya cita-cita. Pernah ingin jadi dokter gigi. Pernah juga ingin menjadi guru. Bahkan pernah ingin menjadi superhero. Saya suka saras 008 dulu.

Hidup yang berpindah-pindah dan teman yang beraneka ragam membuat kisah hidup berwarna. Beruntung saya memiliki ibu dan adik-adik yang semangat dalam menapaki hidup . mereka motivasi dan inspirasi saya. Ibu saya orangnya sangat visioner, ia mendidik saya untuk selalu memikirkan tentang masa depan. Berjuang dan bekerja keras. Tidak boleh manja dan mengeluh. Ketika ada keinginan harus berjuang untuk meraihnya. Tidak ada kata menyerah. Ibu mengajarkan hal-hal praktik kepada saya. Ibu selalu member contoh real, contoh perbuatan sesuai dengan apa yang ia ajarkan. Ibu tegas dan juga galak. Tidk segan menghukum ketika saya berbuat salah. Dan juga mengapresiasi ketika saya melakukan hal yang baik-baik.

Tapi hidup, kadang ada keinginan yang belum tercapai meskipun sudah berusaha, atau malah karena belum berusaha. Saya sendiri puya beberapa keinginan yang belum tercapai sampai sekarang, yaitu keinginan pengen langsing, punya rumah, punya mobil, naikin haji ibu dan adik-adik dan punya perpustakaan umum.

Soal langsing. Mungkin diantara teman-teman saya sudah banyak yang mengetahui cita-cita saya itu wkwkwk. Banyak yang mendukung tapi ada juga yang membiarkan saya apa adanya. Membiarkan saya untuk mensyukuri badan gendut ini.  Tapi saya sayakin fat is not healthy. Kadang kalau rajin mau diet, disiplin banget. Tapi juga kadang tidak bertahan lama haha. Besoknya makan makanan tidak sehat lagi, junk food, fast food.

Perihal punya rumah. Saya ingin mempunyai rumah dengan konsep gardening. Ada kebunnya, banyak kacanya dan tingkat dua. Berwarna putih. Sedang di  kamar nuansa pink dan pastel. Di dalamnya ada perpustakaan pribadi yang mempunyai jendela. Dan ketika melihat keluar jendela, melihat tanaman dan ikan-ikan yang berenang. Damai sekali.

Tidak hanya itu, saya juga ingin punya mobil yang atapnya bisa terbuka. Ini sudah saya diskusikan dengan suami wkwkwk. Dan jika Allah mengijinkan, semoga saya bisa memfasilitasi ibu untuk naik haji bersama adik2 bersama saya dan suami juga , amiiinn. Kelak, jika saya banyak rejeki, akan membuka perpustakaan umum. Mungkin tidak terlalu besar tapi semoga bermanfaat untuk sekitar.

Amiin allahumma aminn, semoga keinginan-keinginan baik yang belum terwujud, semoga terwujud. Semangat